Sebagai bentuk komitmen, William menargetkan lahirnya 10.000 pengusaha produktif baru yang mampu bertahan, menghasilkan keuntungan, dan menyerap tenaga kerja lokal.
Dia juga berencana melakukan reformasi indikator kinerja organisasi menitikberatkan pada dampak ekonomi nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. Jika strategi ini berjalan optimal, kontribusi anggota HIPMI diproyeksikan dapat menghasilkan tambahan output ekonomi hingga Rp20 triliun di pasar domestik.
Dalam aspek pembiayaan, William menilai bahwa perubahan arsitektur ekonomi nasional membuka peluang besar bagi pengusaha muda. Kehadiran lembaga investasi seperti Danantara menjadi momentum penting untuk memperkuat akses pendanaan.
“HIPMI akan membentuk HIPMI Capital Desk guna menyiapkan anggotanya agar memenuhi standar investasi, termasuk dalam penerapan tata kelola dan prinsip keberlanjutan (ESG),” katanya.
William menegaskan bahwa konsep HIPMI 8 persen merupakan langkah strategis yang layak mendapatkan perhatian dan apresiasi.
“Saya optimistis bahwa kolaborasi kuat antara pemerintah dan pengusaha muda, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat dicapai realistis dan berkelanjutan,” tutupnya. (Joesvicar Iqbal)
