Motsoaledi menjelaskan hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan liar ke manusia, terutama melalui kontak dengan kotoran hewan pengerat. Hingga kini terdapat lebih dari 38 strain hantavirus yang telah diketahui.
“Dari lebih dari 38 strain yang dikenal, kami fokus pada strain Andes. Varian ini dominan di Amerika Selatan, dan hasil pemeriksaan NICD menunjukkan strain tersebut menjadi penyebab infeksi pada dua pasien yang diuji di Afrika Selatan,” ujar Motsoaledi.
Ia menambahkan, strain Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia. Meski demikian, penularannya disebut sangat jarang terjadi.
“Penularan dari manusia ke manusia hanya dapat terjadi melalui kontak yang sangat dekat,” katanya.
Dalam laporan tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko global wabah ini masih berada pada tingkat rendah. Meski begitu, otoritas Afrika Selatan tetap melakukan pelacakan kontak dan pemantauan guna mencegah penyebaran lebih luas. (far)
