“Sering juga kita lihat satu keluarga berkendara, ibu, bapak, dua anak, anak-anak yang masih kecil, melawan arus dan tidak menggunakan helm. Kalau terjadi kecelakaan, yang dirugikan juga seluruh keluarga,” bebernya.
Lebih lanjut, anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil 10 Jakbar itu menyebut kecelakaan lalu lintas bukan hanya berdampak pada korban secara langsung, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi ekonomi keluarga.
Ia mencontohkan, apabila kepala keluarga mengalami kecelakaan, maka keluarga akan kehilangan penopang ekonomi. “Kalau suaminya yang kecelakaan, maka suaminya tidak bisa menopang ekonomi keluarga. Kalau anaknya yang kecelakaan, maka orang tua juga akan kehilangan anak,” ungkapnya.
Karena itu, Yudha mendorong adanya penguatan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya ketertiban dalam kehidupan sehari-hari, termasuk disiplin berlalu lintas.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI itu berharap edukasi tersebut bisa masuk dalam program pembangunan keluarga di Jakarta.
“Nah ini saya rasa harus bisa masuk dari sisi edukasi tentang pembangunan keluarga dan pentingnya kita tertib dalam berbagai macam hal. Tertib dalam berkendara, tertib berlalu lintas, tertib dalam membawa sampah, tertib dalam bersekolah dan kegiatan lainnya,” tandasnya.(Sofian)
