“Betul, ada tiga ruang kelas yang ambruk. Kejadiannya setelah hujan deras semalaman,” ujar Asep saat dikonfirmasi, Jumat (1/5/2026).
Ia menambahkan, bangunan sekolah tersebut diketahui baru direhabilitasi pada 2022 lalu. Saat ini, pihak desa bersama instansi terkait tengah melakukan pendataan kerusakan serta berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan yang terjadi membuat kegiatan belajar siswa terganggu.
Peristiwa ini pun memicu sorotan publik terkait kualitas infrastruktur pendidikan, khususnya pada bangunan yang relatif baru diperbaiki. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah cepat agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.(Vinolla)
