Selain perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, penyelenggaraan turnamen juga didukung layanan kesehatan dari RS Hermina Podomoro, RS Husada, dan RS Firdaus guna memastikan penanganan medis peserta berjalan optimal selama kompetisi berlangsung. Penyerahan perlindungan dilakukan secara simbolis kepada Ketua Umum Perbasi DKI Jakarta Lexyndo Hakim selaku penanggung jawab kegiatan dan Jandi sebagai ketua panitia.
Indra menilai ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antarpecinta basket lintas generasi dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Kompetisi ini diikuti 168 tim dengan lebih dari 2.500 atlet dan ofisial yang berasal dari Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta peserta dari Malaysia, Thailand, dan Filipina. “Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus meningkatkan prestasi di tingkat nasional,” sebut Indra.
Ketua Umum Perbasi DKI Jakarta Lexyndo Hakim menyambut positif dukungan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan terhadap seluruh peserta turnamen. Menurut Lexyndo, kehadiran negara melalui program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan memberikan rasa aman bagi para atlet veteran sehingga dapat tampil lebih optimal di lapangan. “Seluruh atlet terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga apabila terjadi cedera saat pertandingan, proses pemulihan sudah mendapatkan jaminan perlindungan,” ujar Lexyndo.
