“Perusahaan harus mampu menyiapkan SDM unggul yang inovatif sekaligus adaptif terhadap teknologi. Dengan teknologi, perusahaan bisa lebih efisien dan tetap kompetitif,” katanya.
Hary menilai saat ini sebagian besar perusahaan sudah menyadari pentingnya transformasi SDM berbasis teknologi digital terutama AI. Namun implementasinya masih belum berjalan secara terstandarisasi. Karena itu dibutuhkan knowledge sharing agar strategi yang dijalankan lebih efektif.
Ia menilai perkembangan AI saat ini berlangsung sangat cepat dan mengubah pola kerja di berbagai sektor. Bahkan, siklus peningkatan kompetensi SDM kini menjadi jauh lebih pendek dibanding sebelumnya.
“Dulu pengembangan kapasitas SDM mungkin dilakukan tiga tahun sekali. Sekarang orang harus belajar lebih cepat karena perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat,” ujarnya.
Meski demikian, Hary menegaskan bahwa AI tetap merupakan alat bantu, sementara keputusan strategis tetap berada di tangan manusia. Karena itu, pengembangan human capital di era digital harus tetap mengedepankan etika dan nilai kemanusiaan.
