“Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih,” jelasnya.
Ia menilai model akselerasi tersebut dapat mempercepat penguatan kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam melahirkan calon akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Puspenma Siti Maria Ulfa mengatakan, program ini diperuntukkan bagi alumni pendidikan keagamaan binaan Kemenag.
Kategori pendaftar meliputi lulusan sarjana perguruan tinggi keagamaan, alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), lulusan program studi agama di perguruan tinggi umum, alumni Ma’had Aly, hingga lulusan pendidikan menengah binaan Kemenag seperti pondok pesantren dan madrasah aliyah.
Pendaftaran dibuka hingga 31 Mei 2026. Pendaftar dapat memilih salah satu dari tiga kampus mitra, yakni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta program Pengkajian Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta program Studi Islam, atau Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang program Studi Islam.
