“Penyaluran tersebut tidak hanya mencerminkan skala dan jangkauan layanan BRI yang luas, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah,” imbuh Hery.
Tidak hanya berperan sebagai penyalur pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI juga secara konsisten menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung masyarakat dan pelaku usaha sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Hingga akhir Maret 2026, melalui program Desa BRILian, BRI telah membina lebih dari 5.245 desa di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat kapasitas ekonomi berbasis desa. Selain itu, melalui program KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha yang menjadi bagian dari strategi penguatan sektor produktif berbasis komunitas.
Di sisi digitalisasi UMKM, BRI menghadirkan platform LinkUMKM sebagai ekosistem terintegrasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta akses terhadap layanan keuangan. Hingga saat ini, jumlah pengguna LinkUMKM telah mencapai lebih dari 15,5 juta UMKM.
