IPOL.ID-Konflik yang berkecamuk di Timur Tengah mulai memberi tekanan serius terhadap dunia usaha di Indonesia. Ancaman perang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran mendalam di kalangan pelaku bisnis, bahkan berdampak pada kondisi psikologis mereka.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mengungkapkan bahwa para pengusaha saat ini berada dalam situasi penuh tekanan dan ketakutan. Hal tersebut disampaikannya saat bertemu Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, pada Kamis (30/4/2026).
Sasar Peningkatan Ekonomi Kabupaten Lebak, Kemenkum Banten Sosialisasi Merek dan Perseroan.
“Kalau dianalogikan, pengusaha itu seperti ayam petelur. Saat ini mereka sedang stres dan takut akibat situasi perang,” ujar Anindya.
Menurutnya, DEN memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia usaha dan pemerintah. Ia berharap berbagai aspirasi pelaku usaha dapat menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan ekonomi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Kadin juga mengusulkan sejumlah langkah relaksasi untuk membantu dunia usaha bertahan di tengah tekanan global. Salah satunya adalah skema kredit yang memungkinkan pembayaran bunga lebih dulu, dengan penundaan angsuran pokok. Selain itu, Kadin mengusulkan penangguhan pajak terkait bahan bakar minyak (BBM) dan ekspor.
