Dalam situasi seperti ini, pelaku usaha cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
“Ekspansi dan investasi kini dilakukan secara lebih selektif dan terukur,” ujar Shinta.
Fokus utama dunia usaha saat ini adalah menjaga arus kas, mengoptimalkan modal kerja, serta menerapkan strategi lindung nilai (hedging) untuk mengantisipasi fluktuasi nilai tukar. Stabilitas harga energi, inflasi, dan kurs menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan usaha.
Selain itu, kelancaran logistik dan kepastian kebijakan juga dinilai krusial.
Apindo pun mendorong pemerintah mengambil langkah strategis, baik jangka pendek maupun panjang. Dalam jangka pendek, fokus diarahkan pada stabilitas makroekonomi dan mitigasi dampak global. Sementara dalam jangka panjang, penguatan ketahanan energi serta sektor hulu domestik menjadi prioritas.
Sementara itu, ekonom senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai tekanan terhadap dunia usaha sebenarnya sudah terjadi sebelum konflik memanas. Hal tersebut dipicu oleh lemahnya daya beli dan ketidakpastian hukum.
