Namun, situasi kini semakin berat akibat perang, terutama karena lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok global, serta pelemahan nilai tukar rupiah.
“Pemerintah perlu hadir untuk menjaga keberlangsungan dunia usaha sebagai motor penggerak ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, stabilitas inflasi, nilai tukar, serta kepastian hukum harus menjadi prioritas utama. Dalam hal ini, kebijakan fiskal yang solid dan berkelanjutan dinilai sangat penting untuk menjaga kepercayaan pasar. (bam)
