Cuaca yang semula cerah mendadak berubah drastis. Awan gelap menyelimuti area kebun, disusul hujan deras, angin kencang, dan petir yang terus menggelegar.
Karena takut kehujanan dan kondisi cuaca semakin buruk, para korban memutuskan berteduh di sebuah pondok sederhana yang berada di tengah kebun sawit. Namun nahas, saat mereka berkumpul di dalam pondok, petir tiba-tiba menyambar dengan dentuman keras.
Sambaran petir diduga langsung mengenai pondok tempat para korban berlindung. Ketujuh korban langsung terpental dan mengalami luka bakar akibat sengatan listrik dari sambaran tersebut.
Rena Agustina diketahui pingsan di lokasi kejadian dengan kondisi paling parah. Salah seorang korban lain bernama Rini kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi.
Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung mendatangi pondok dan berupaya mengevakuasi para korban menggunakan kendaraan seadanya menuju RSUD Kota Prabumulih.
Namun setelah sempat mendapat penanganan medis, nyawa Rena tidak dapat diselamatkan. Sementara enam korban lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar dan syok pascakejadian.
