“Satu orang meninggal dunia, dan lainnya masih dirawat,” ujar salah satu sumber di RSUD Prabumulih.
Sementara itu, keluarga korban bernama Teguh mengaku mendapat kabar sekitar pukul 16.30 WIB bahwa keponakannya menjadi korban sambaran petir.
“Saya dapat kabar kalau keponakan kami disambar petir. Setelah sampai di rumah sakit ternyata ada tujuh korban. Alhamdulillah kondisi keponakan kami, Fini Famala, mulai agak membaik,” katanya.
Kapolsek Lembak Iptu Yopi Maswan melalui KA SPK Regu C Polsek Lembak Aiptu Andry Juni Putra membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan para korban tersambar petir saat berteduh ketika hujan deras mengguyur kawasan kebun sawit.
“Sekitar pukul 14.30 WIB hujan turun dan mereka berteduh saat sedang bekerja membersihkan kebun sawit. Pondok tempat mereka berteduh itu belum memiliki atap yang layak,” jelas Iptu Yopi, Jumat (22/5/2026).
Korban meninggal dunia telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat berada di area terbuka seperti kebun dan persawahan.(Vinolla)
