“Dulu kami cemas setiap kali hujan datang. Kopi bisa rusak, bahkan tidak laku. Sekarang, dengan pendampingan dan dome dari PLN, kami merasa aman. Kualitas kopi terjaga, harga naik, dan penghasilan kami bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” ujar Moses dalam siaran pers, Sabtu (2/5/2026).
Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo turut mengapresiasi kontribusi yang dilakukan oleh PLN. Selain program pendampingan, menurut John intervensi PLN tidak hanya menjawab tantangan teknis, tetapi juga membuka jalan bagi penguatan komoditas unggulan daerah.
“Kopi Tiom adalah identitas dan harta karun dari Papua Pegunungan. Selama ini tantangan terbesar kami adalah pada proses pascapanen karena cuaca yang ekstrem. Dukungan PLN melalui teknologi penjemuran dan pendampingan ini adalah langkah strategis dalam memajukan komoditas unggulan daerah. Kami mengapresiasi PLN yang telah menjadi mitra pembangunan yang sangat memahami kebutuhan riil masyarakat di lapangan, sesuai dengan visi misi kami dalam kesejahteraan masyarakat petani dengan meningkatkan penghasilan,” ungkap John.
