Selanjutnya, pertandingan kedua grup E mempertemukan Maula dengan wild card, Joycelin Mangunsong dan Getsa dengan petenis Tiongkok, Zhitao Hu, di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Selasa, 26 Mei.
Format Grup; Lebih Efisien, Lebih Adil
Lebih lanjut, format baru turnamen ITF J30 menghilangkan dua babak eliminasi awal; 32 besar dan 16 besar.
Dua babak tersebut berubah menjadi babak grup. Setiap grup berisi empat petenis. Delapan grup dengan satu unggulan pada masing-masing grup. Mereka saling bertemu di tiga hari pertama turnamen untuk memperebutkan satu tempat di babak perempat final.
Juara grup ditentukan berdasar jumlah kemenangan. Apabila terdapat dua petenis yang meraih kemenangan yang sama, penentunya adalah head to head antar kedua petenis. Apabila terdapat tiga petenis yang meraih jumlah kemenangan yang sama, penentunya adalah persentase kemenangan game dan set–kemenangan tie break dihitung satu game dan satu set.
Dilansir dari situs resmi ITF, perubahan ini bertujuan untuk memperbanyak kuantitas pertandingan kompetitif internasional. Dengan mempertandingkan format grup, para petenis junior dapat mencapai jumlah ideal (50-70 pertandingan setiap tahun) dengan jumlah turnamen yang lebih sedikit.
Efisiensi ini juga menguntungkan keluarga para petenis junior, terutama mereka yang berkewarganegaraan Indonesia.
