Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Dolar AS Masih di Level Rp17.800, BI Mengeluarkan Sederet Kebijakan Agresif
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Ekonomi > Dolar AS Masih di Level Rp17.800, BI Mengeluarkan Sederet Kebijakan Agresif
EkonomiHeadline

Dolar AS Masih di Level Rp17.800, BI Mengeluarkan Sederet Kebijakan Agresif

Bambang
Bambang Published 29 May 2026, 10:05
Share
4 Min Read
ilustrasi dollar dan rupiah. shutterstock e1653018648523
SHARE

Dari sisi devisa, surplus perdagangan juga mengalami penurunan dari sekitar 10,2 miliar dolar AS menjadi 8 miliar dolar AS akibat melambatnya permintaan ekspor dari negara mitra dagang.

Di saat bersamaan, pembayaran keuntungan dan bunga kepada investor asing meningkat sehingga memperlebar defisit pendapatan primer.
“Kalau disederhanakan, dolar AS yang keluar lebih banyak daripada yang masuk. Itu inti persoalannya,” jelas Yusuf.

Ia menilai langkah BI dan Kemenkeu sejauh ini sudah berada di jalur yang benar. Namun, kebijakan tersebut lebih bersifat meredam gejolak jangka pendek, belum menyentuh akar persoalan utama.

Menurut Yusuf, pemerintah perlu memastikan devisa hasil ekspor benar-benar masuk dan disimpan di dalam sistem keuangan domestik agar pasokan dolar AS tetap terjaga.
“Secepat apa pun intervensi BI, kalau suplai dolar AS terus menipis, tekanan terhadap rupiah akan tetap muncul,” katanya.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menambahkan bahwa stabilisasi rupiah tidak bisa hanya mengandalkan BI. Dibutuhkan kombinasi kebijakan moneter dan fiskal yang seimbang serta komunikasi kebijakan yang solid.

Previous Page1234Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: BI Mengeluarkan, Dolar AS Masih di Level Rp17.800, Sederet Kebijakan Agresif
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article IMG 20260529 WA0023 Kasus Erin Taulany Memanas, Sunan Kalijaga Pilih Mundur
Next Article IMG 20260529 WA0033 Kinerja Keuangan Kokoh, Likuiditas dan Permodalan BRI Terjaga di Level Memadai hingga Triwulan I 2026

TERPOPULER

TERPOPULER
Gedung Merah Putih KPK. Foto: Dok ipol.id/Yudha Krastawan
HeadlineHukum

Periksa 2 ASN, KPK Usut Aliran Uang Proyek DJKA Kemenhub

Hukum
Bantah Terima Aliran Uang Proyek Bibit Nanas, Pj Gubernur Sulsel: Alhamdulillah, Tidak Pernah Terbukti
29 May 2026, 05:17
Jakarta Raya
Berkurban 5 Ekor Sapi, Legislator PAN Tunjukan Komitmen untuk Bantu Rakyat
29 May 2026, 12:58
Headline
Jay Idzes Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
29 May 2026, 19:15
Jakarta Raya
Polres Jaksel Gelar Razia Antisipasi Kejahatan Jalanan, Pencurian Motor dan Peredaran Narkoba
29 May 2026, 16:59
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?