Kala itu, skuad asuhan Widodo Cahyono Putro harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 0-1 lewat gol penalti Frederick Injay di masa injury time.
Pertandingan tersebut kini terasa seperti isyarat awal menuju partai puncak yang sesungguhnya. Banyak pihak kala itu menyebut duel tersebut layaknya gladi resik final Championship Liga 2 — dan prediksi itu akhirnya menjadi kenyataan.
COO Garudayaksa FC, Derry Hidayat, mengaku pertemuan sebelumnya memberi pengalaman berharga bagi timnya, terutama dalam merasakan atmosfer Stadion Maguwoharjo yang dikenal fanatik.
“Memang agak unik, dulu kami pernah uji coba saat menjalani TC di Yogyakarta. Banyak yang bilang itu seperti gladi resik final musim ini, dan ternyata benar-benar terjadi,” ujar Derry.
Menurutnya, atmosfer yang diciptakan suporter PSS saat laga uji coba meninggalkan kesan mendalam bagi skuad Garudayaksa. Meski hanya pertandingan persahabatan, ribuan pendukung tetap memadati stadion dan menciptakan suasana yang sulit dilupakan.
“Meski hanya uji coba, antusiasme suporternya luar biasa. Kami bahkan diajak ke tengah lapangan untuk mendengarkan anthem PSS setelah pertandingan. Itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan,” kenangnya.
