“Dunia usaha mulai menjerit karena biaya bahan baku impor dan logistik ikut melonjak,” kata Sarman.
Menurut dia, bila rupiah terus melemah, pelaku usaha terpaksa menaikkan harga jual produk. Kondisi itu berpotensi menekan daya beli masyarakat sekaligus memicu inflasi.
Situasi paling berat dirasakan pelaku UMKM. Sebab, kenaikan harga produk berisiko menurunkan penjualan di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Saat ini, banyak pelaku usaha mulai mencari strategi efisiensi, mulai dari beralih ke bahan baku lokal hingga mengurangi ukuran produk tanpa menaikkan harga jual.
“Kalau pelemahan rupiah berlangsung lama, omzet usaha bisa makin tertekan dan berujung pada pengurangan tenaga kerja,” ujarnya.
Ia pun meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan rupiah dan mencegah potensi gelombang PHK.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda dengan krisis 1998 karena fundamental ekonomi nasional dinilai masih cukup kuat.
