Kehadiran produk-produk edukatif ini menjadi bukti bahwa kelapa sawit memiliki potensi luas yang dapat dimanfaatkan lintas sektor, termasuk dalam mendukung pengembangan kreativitas dan pembelajaran anak sejak usia dini. Hal ini sekaligus memperkuat narasi bahwa industri sawit tidak hanya berkontribusi pada sektor pangan dan energi, tetapi juga pada aspek sosial dan pendidikan.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah, asosiasi, perusahaan perkebunan, hingga para profesional dari Indonesia dan
Malaysia. Forum ini menjadi momentum penting untuk membangun koneksi, berbagi pengalaman, serta merumuskan solusi implementatif yang dapat diterapkan langsung di lapangan.
Ketua Pelaksana HASI 2026, M. Gema Aliza, menyampaikan bahwa forum ini hadir sebagai ruang kolaborasi yang lebih terbuka bagi para profesional sawit. “HASI bukan sekadar event, tetapi menjadi gerakan nyata yang lahir dari kebutuhan di lapangan untuk mempertemukan para pelaku industri dalam suasana yang setara dan konstruktif,” ujarnya.
