“Kami meminta agar wacana penghapusan Prodi Keguruan dipertimbangkan kembali dan dikaji lebih mendalam. Karena faktanya banyak daerah terpencil masih banyak kekurangan guru,” kata pimpinan Komisi X yang membidangi pendidikan ini.
Keberadaan Prodi Keguruan, kata dia, justru sangat krusial. Guru adalah fondasi utama untuk mencetak generasi bangsa yang berkualitas. Ia mengingatkan bahwa kualitas pembelajaran bermula dari tangan-tangan guru yang terdidik. Alih-alih menghapusnya, pemerintah seharusnya fokus pada penguatan kualitas dan kesejahteraan guru.
“Pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memastikan bahwa Negara benar-benar hadir bagi seluruh anak bangsa. Dari tangan para guru, masa depan generasi bangsa dibentuk,” tandas politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini. (far)
