Salah satu bentuk sinergi yang akan dilangsungkan adalah tenaga kepelatihan. Menteri Dato Nazmi berharap Brunei dapat memanfaatkan tenaga pelatih dari Indonesia untuk meningkatkan kualitas atlet mereka.
Disamping itu, Menteri Dato Nazmi menyampaikan ambisinya untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan pencak silat, baik di tingkat regional maupun dunia.
“Brunei berharap dapat menjadi hosting country untuk perhelatan pencak silat,” ujarnya.
Brunei juga membuka peluang kolaborasi dalam penyelenggaraan event secara bersama. Salah satu opsi yang dibahas adalah kolaborasi antara Brunei dengan wilayah Kalimantan dalam menggelar kejuaraan pencak silat, yang dinilai memiliki kedekatan geografis dan budaya.
“Bisa kolaborasi co-host misalkan Brunei dengan Kalimantan,” jelasnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Brunei Darussalam, sekaligus mendorong pencak silat semakin berkembang dan mendunia. (bam)
