Serta mengakui pemuda sebagai penggerak utama ketahanan dan inovasi masa depan di Asia Tenggara. Kami menyatakan niat bersama untuk memberdayakan pemuda, termasuk pemuda yang rentan, melalui olahraga dan melalui kebijakan yang menumbuhkan pemikiran kritis serta keterlibatan yang bertanggung jawab di era digital – sehingga memungkinkan pemuda menjadi agen kesejahteraan mereka sendiri dan berpartisipasi dalam dunia yang dinamis yang terus dibentuk ulang oleh teknologi baru dengan kekuatan karakter dan tujuan yang jelas.
Lahirnya Deklarasi Bali yang ditandatangani oleh seluruh Menteri terkait yang hadir menjadi pertanda bahwa pertemuan ini menjadi pondasi atas kesolidan kolaborasi di bidang pemuda dan olahraga antar negara Asia Tenggara, dan menjadi bukti kesuksesan sport diplomacy yang diupayakan Kementrian Pemuda dan Olahraga RI di bawah pimpinan Menpora Erick Thohir.
“Alhamdulillah pertemuan untuk menpererat kerja sama dan kolaborasi antara Kementrian Pemuda dan Olahraga se-Asia Tenggara ini telah membuahkan hasil. Semuanya telah sepakat dan menandatangani Deklarasi Bali pada hari ini. Deklarasi Bali ini lahir dari keinginan kita untuk terus mempererat persaudaraan dan memberikan kontribusi nyata untuk memajukan generasi muda kita yang nantinya kan menjadi pemimpin di masa depan, serta memajukan olahraga regional ini menuju prestasi yang lebih baik lagi. Deklarasi Bali ini adalah tahap baru dari langkah bersama kita negara-negara di Asia Tenggara, dan bagi Indonesia sebagai tuan rumah dan penggagas pertemuan, deklarasi ini adalah bukti nyata kesuksesan sport diplomacy yang terus kami jalankan dengan cara membuka ruang dialog yang konstruktif untuk tumbuh bersama sekaligus menguatkan persaudaraan dengan negara-negara sahabat kita,” tutup Menpora Erick.Humas Kemenpora. (bam)
