Meski demikian, hal tersebut tak serta-merta langsung membuat Jasindo ingin menggarap sektor itu. Apalagi karakteristik risiko di sektor nelayan memiliki kompleksitas tersendiri, sehingga dibutuhkan skema perlindungan yang tidak hanya kompetitif secara premi, tetapi juga memiliki keseimbangan risiko yang sehat.
“Kami akan pelajari terlebih dahulu, bagaimanapun kami harus memiliki agar prudent dan berkelanjutan,” jelas Brellian.
Adapun Jasindo saat ini sudah memiliki Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Jasindo terus menunjukan dukungannya kepada petani dalam mengelola risiko gagal panen dan mengamankan masa depan pertanian di Indonesia untuk mencapai swasembada pangan.
Bahkan untuk AUTP, Jasindo melakukan percepatan verifikasi dan pencairan klaim demi dukungan pada swasembada. Jasindo juga telah menyiapkan beberapa strategi untuk menghadapi potensi peningkatan klaim AUTP, imbas fenomena iklim El Niño ekstrem atau dijuluki ‘El Niño Godzilla’. Beberapa langkah yang disiapkan antara lain penguatan cadangan teknis sesuai prinsip kehati-hatian, optimalisasi program reasuransi, serta penerapan manajemen risiko yang terintegrasi.
