Bagnaia luar biasa, menyalip Quarararo di Lap 5. Pembalap tuan rumah, Fabio Quartararo, terus mengalami penurunan posisi sejak start.
Pada Lap 6, giliran Diggia yang menyalip Quartararo. Tidak berhenti sampai di situ, Quartararo turun ke posisi enam usai dilewati Jorge Martin di Lap 7.
Sampai dengan Lap 7, Bagnaia tampil impresif. Juara MotoGP dua kali itu naik ke posisi kedua menyalip Acosta.
Duel Ducati vs Aprilia terjadi di Lap 9. Bukan antara Bezzecchi dengan Bagnaia, namun Diggia vs Martin. Martin dan Diggia saling salip memperebutkan posisi keempat.
Aprila begitu unggul di trek lurus. Bezzecchi konsisten menjaga keunggulan +0,5 detik atas Bagnaia. Bagnaia sulit memangkas jarak tersebut.
Nahas bagi Bagnaia, saat menjadi harapan bagi Ducati untuk kali pertama meraih podium, dia mengalami downside di Tikungan 3 pada Lap 16. Penderitaan Ducati bertambah dengan kecelakaan Bagnaia, karena sebelumnya Alex Marquez juga kecelakaan.
Insiden Bagnaia itu memberikan keuntungan kepada Aprilia. Pedro Acosta naik ke posisi dua, lalu Jorge Martin di posisi ketiga. Aprilia bisa kembali mendominasi podium pada MotoGP Prancis 2026.
