“Di TMII ini terdapat anjungan-anjungan rumah adat kaya keindahan arsitektur unik dan berbagai filosofinya merupakan bagian dari intangible cultural heritage kita,” jelasnya.
Seiring dengan perkembangan zaman, anjungan-anjungan provinsi di TMII itu memerlukan perhatian. Sejak beberapa tahun lalu, pengelolaannya telah dikembalikan kepada pemerintah provinsi.
“Karena itu, kita berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian sangat serius, karena ini merupakan etalase daerah mereka. Etalase ini perlu perawatan, perlindungan, pengelolaan, sekaligus pelayanan yang baik,” tukasnya.
Melalui etalase di Taman Mini ini orang bisa melihat gambaran daerah tersebut. Menurut Fadli Zon, anjungan-anjungan ini perlu dirawat sebaik-baiknya.
“Kami di Kementerian Kebudayaan sangat mendukung revitalisasi anjungan-anjungan ini, serta mendorong semakin banyak aktivitas budaya. Karena orang tak mungkin keliling seluruh Indonesia dalam waktu singkat, maka salah satu solusinya adalah datang ke Taman Mini,” ujarnya.
