“Kami percaya saat budaya dijaga, maka identitas bangsa akan kuat, dan ketika budaya dihargai, masa depan kita akan memiliki akar yang kokoh di tengah globalisasi,” tukasnya.
Fadli Zon pun ingin mengingatkan bahwa budaya ini bukan beban. Banyak negara telah menjadikan budaya sebagai soft power yang kuat dan bagian dari cultural economy atau cultural industry. Negara-negara maju menjadikan budaya sebagai etalase terdepan peradaban mereka melalui museum dan galeri yang ramai pengunjung.
“Saya yakin pengunjung TMII akan semakin banyak ke depan. Sebagai contoh, tahun lalu saya ke Istana Versailles di Perancis. Pengunjungnya mencapai 30.000 orang per hari dengan tiket masuk 65 Euro. Penghasilan dari tiket saja bisa mencapai sekitar 30 miliar rupiah per hari, belum termasuk merchandise, kuliner, dan coffee shop. Ke depan, kita bisa bekerja sama menjadikan TMII destinasi budaya, wisata, sejarah, dan hiburan unik,” terangnya.
“Selamat kepada para penerima anugerah tahun ini. Terima kasih telah menjadi wajah budaya Indonesia membanggakan. Kami berharap TMII tetap berkomitmen menjaga warisan budaya agar tidak punah dan terus relevan sepanjang zaman, sesuai tema tahun ini: Preservasi Budaya Tanpa Henti,” tutup Fadli Zon. (Joesvicar Iqbal)
