Menurut Donny, metrologi tidak hanya berperan dalam aspek teknis pengukuran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung perdagangan yang adil, perlindungan konsumen, penguatan kualitas produk nasional, hingga pembangunan berkelanjutan. Hal ini menjadi semakin relevan di tengah dinamika hilirisasi industri, ekonomi digital, dan meningkatnya tuntutan global terhadap produk yang memenuhi spesifikasi internasional.
“Ketertelusuran pengukuran nasional sangat relevan dalam mendukung kebijakan hilirisasi industri, sebab standar pengukuran yang andal memastikan produk industri Indonesia memenuhi spesifikasi global dan terhindar dari hambatan teknis perdagangan,” ungkap Donny.
Untuk memperkuat sistem pengukuran nasional tersebut, BSN melalui Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU), sebagai National Metrology Institute (NMI) di Indonesia, terus memperkuat infrastruktur metrologi nasional dan menjamin ketertelusuran pengukuran Indonesia ke Sistem Satuan Internasional (SI).
Hingga saat ini, SNSU BSN telah memiliki 164 kemampuan pengukuran dan kalibrasi atau Calibration and Measurement Capabilities (CMC) yang diakui secara internasional dengan prinsip “Once measured, accepted everywhere”. Berdasarkan data internasional, jumlah tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ketiga di kawasan Asia Tenggara setelah Singapura dan Thailand.
