Kemudian, pelaku melakukan penganiayaan itu, hingga dirinya mengalami luka pada bagian paha kanan, pelipis dan bibirnya sampai bengkak.
“Padahal saya sudah minta maaf, tapi pelaku tetap memukul saya sebanyak dua kali sampai saya jatuh di depan ATM DKI yang ada di kelurahan. Lalu pelaku menusuk saya. Saya hanya diam. Darah keluar banyak,” ujar Endri.
Korban Endri yang mendapatkan luka dua tusukan langsung masuk menyelamatkan diri ke dalam ruangan Satpol PP untuk menghindari pelaku. Saat itu, Endri langsung menghubungi saudaranya untuk meminta bantuan.
Dia menambahkan, luka tusukan yang dialaminya cukup dalam. Bahkan, tenaga medis menyebut kondisinya bisa berakibat fatal apabila terlambat ditangani.
“Saya dibawa naik mobil dinas kelurahan ke Kecamatan Jatinegara. Di sana hanya diberi perban, mereka tidak berani menangani. Lalu saya dirujuk ke RSCM,” ungkap korban PPSU.
Lebih lanjut, Endri mengaku mengenal baik orangtua terduga pelaku. Setelah kejadian, pelaku juga sempat mendatanginya untuk meminta maaf.
