“PON 2028 harus menjadi momentum persatuan bangsa sekaligus memberikan dampak ekonomi, publikasi dan pemanfaatan venue olahraga secara berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam Rakernas KONI 2026, sejumlah agenda penting turut dibahas, salah satunya penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
Selain itu, penyelarasan agenda olahraga nasional juga menjadi perhatian agar tidak terjadi benturan jadwal antar cabang olahraga dan KONI daerah.
“Yang pertama menyempurnakan AD/ART, kemudian menyelaraskan agenda kegiatan olahraga agar pembinaan atlet berjalan maksimal,” ujar Marciano kepada media.
Selain Rakernas, Musornaslub KONI 2026 juga akan menentukan tuan rumah PON XXIII Tahun 2032.
Sesuai regulasi, tuan rumah ditetapkan enam tahun sebelum pelaksanaan. Saat ini, pasangan Banten dan Lampung menjadi kandidat tunggal penyelenggara.
Marciano juga mengapresiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang dinilai terbuka menerima berbagai masukan terkait regulasi olahraga nasional.
