IPOL.ID- Kasus keracunan massal yang menimpa sedikitnya 162 siswa di Air Asuk, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, mengungkap temuan serius terkait keamanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan makanan yang dikonsumsi para siswa terbukti mengandung boraks serta terkontaminasi bakteri berbahaya.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan hasil pemeriksaan menunjukkan makanan yang dikonsumsi para siswa mengandung bahan berbahaya serta terkontaminasi bakteri. Temuan tersebut diperoleh melalui dua tahap pengujian, yakni uji cepat oleh dinas kesehatan setempat dan uji laboratorium lanjutan.
Ketua Tim Investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad, mengungkapkan uji awal menemukan kandungan boraks dalam sejumlah menu yang dikonsumsi siswa.
“Hasil rapid test menunjukkan adanya kandungan boraks pada menu telur kecap, tempe goreng, dan tumis sayuran, dengan kadar berkisar 100 hingga 5.000 mg/L,” ujarnya, dikutip Rabu (6/5/2026).
Ia menegaskan penggunaan boraks dalam makanan tersebut tidak semestinya terjadi, mengingat bahan pangan seperti telur, tempe, dan sayuran tidak memerlukan tambahan pengawet kimia.
