“Ini menjadi perhatian serius karena penggunaannya tidak sesuai dan berisiko bagi kesehatan,” kata Arie.
Selain boraks, hasil uji laboratorium juga menemukan kontaminasi bakteri berbahaya, yakni Escherichia coli (E. coli) dan Bacillus cereus, yang diketahui dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Sebelumnya, ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (16/4/2026).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, menyebutkan para korban berasal dari sejumlah sekolah berbeda. Ia menjelaskan sumber makanan berasal dari satu penyedia, yakni SPPG.
“Bukan hanya dari satu sekolah, tetapi dari beberapa sekolah berbeda. Makanannya berasal dari satu SPPG,” ujarnya.
Feri juga mengungkapkan sejumlah orang tua turut mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh anak atau cucu mereka.
“Ada orang tua yang ikut keracunan karena mengonsumsi jatah makanan anaknya,” katanya.
