“Kamera multispektralnya kami kembangkan sendiri di PRTS. Selain itu ada kamera resolusi tinggi untuk pengamatan yang lebih detail,” katanya.
Senada dengan itu, Yuvita Dian Safitri, Pusat Riset Teknologi Satelit menambahkan bahwa salah satu pembaruan signifikan dibanding dengan generasi satelit sebelumnya adalah penggunaan thruster atau sistem pendorong satelit. Menurutnya, teknologi ini memungkinkan pengendalian orbit dan posisi satelit secara lebih presisi.
“Kalau A1, A2, dan A3 belum punya thruster. Jadi kalau orbitnya bergeser kita tidak bisa mengembalikan seperti semula. Nah, NEO-1 sudah dilengkapi thruster,” jelasnya. Ditambahkannya, BRIN juga sedang mengembangkan Nusantara Equatorial IoT (NEI) yang akan membawa muatan eksperimental IoT sebagai bagian dari pengembangan teknologi satelit.
Sementara itu, Periset dari Pusat Riset Geoinformatika BRIN, Silvan Anggia Bayu, mengatakan bahwa data dari LAPAN-A3/LAPAN-IPB saat ini masih dimanfaatkan untuk berbagai riset, termasuk pemantauan pangan nasional.
