Airlangga menyebut ada faktor musiman yang memicu lonjakan permintaan valuta asing di dalam negeri pada kuartal kedua tahun ini.
“Terkait dengan rupiah itu berbagai negara memang mengalami pelemahan terhadap US dollar dan biasanya juga pada saat ibadah haji, demand terhadap dollar itu meningkat,” terangnya. (far)
