Sehingga pihaknya bakal mengawasi seluruh TPS secara menyeluruh agar tidak ada lagi penumpukan sampah.
Setiap adanya laporan penumpukan, pihak Kecamatan Cakung maupun jajaran langsung menindak lanjuti.
Hal ini demi memberikan keamanan dan kenyamanan warga di sekitar area TPS di wilayah Kecamatan Cakung.
“Kendalanya itu pertama karena antrean di Banrar Gebang, Bekasi. Kadang mobil Sudin LH itu ngantre sampai 20 jam,” katanya.
Setiap truk pembawa sampah ke Bantar Gebang tidak bisa lagi ngantre di dalam tempat pembuangan akhir (TPA) tersebut.
Kendala lain, diungkapkannya, adalah karena arus lalu lintas di wilayah Jakarta-Bekasi sulit di tebak dan kemacetan terkadang membuat petugas terlambat mengangkut sampah.
“Kalau dulu kan boleh masuk, nunggu sambil buang. Jadi truk itu sekarang di Bantar Gebang kalau sudah ada jadwalnya baru boleh masuk,” tandasnya.
Sementara, Lurah Ujung Menteng, Andre menambahkan, pihaknya sempat mengerahkan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) ke lokasi.
Petugas membantu memindahkan sampah dari jalanan ke atas truk agar tidak lagi dikeluhkan oleh warga.
