IPOL.ID – Kepolisian terus mengusut kasus kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL Commuterline dan taksi listrik Green SM di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur. Insiden yang terjadi pada Senin (27/4) itu menewaskan sedikitnya 16 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Terungkap fakta mengejutkan mengenai latar belakang sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP yang memicu tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL jurusan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, sopir taksi tersebut adalah karyawan baru. Ia menyebut bahwa RRP baru bekerja selama dua hari sebelum kecelakaan terjadi, Senin (27/4).
“Dari hasil keterangan driver ataupun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi dikutip Jumat (1/5).
Dari pengakuannya, ia hanya menerima pelatihan singkat selama satu hari yang sifatnya pengenalan fitur dasar mobil listrik.
