“Kebiasaan berkurban dalam jumlah besar dengan dana pribadi justru cerminan karakter Prabowo sudah lama berakar, bukan sekadar pencitraan setelah berkuasa,” tandasnya.
Lebih dalamnya, dia menegaskan, praktik itu berlanjut hingga tahun ini meski Prabowo kini telah menjabat sebagai Presiden.
Fauka menduga polemik itu tidak lepas dari kepentingan politik tertentu yang ingin menjatuhkan Prabowo menjelang pertengahan masa pemerintahannya.
“Pasti ada saja upaya-upaya agenda politik yang ingin menjatuhkan Pak Prabowo”.
Sehingga, Fauka menyayangkan bahwa kekeliruan pernyataan salah satu pembantu presiden justru dimanfaatkan untuk menyerang Prabowo secara pribadi. Padahal, kebijakan bantuan kurban adalah program kelembagaan yang tidak bergantung pada siapa yang menjabat.
“Siapapun presidennya, bantuan kurban itu tetap akan dijalankan untuk masyarakat,” tukasnya.
Fauka pun mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dan cermat lagi dalam menyikapi isu-isu dinilainya sengaja dirancang untuk menggerus citra dan legitimasi Presiden Prabowo.
