Untuk pemasalan disekolah- sekolah apakah nanti kemungkinan ada kerja sama dengan dinas pendidikan, Ghozi mengakui pembinaan prestasi olahraga tidak bisa berdiri sendiri harus berkolaborasi dengan semua pihak baik itu dinas pendidikan dan kampus. “Semuanya kita kerjasama dan komunikasi kita lakukan dari semua kalangan. Karna itu komunikasi tetap dilakukan dengan bu Kadis, bapak Kasudin dan kasaklak- kasaklak yang ada sehingga para pelatih pasca ini bisa diberi kesempatan untuk mengajar,” paparnya.
Dia mengakui bahwa memang olahraga anggar belum populer disekolah-sekolah. Karena itu kedepan pihaknya akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan iptek untuk menjawab cabor anggar bis populer disekolah dengan melakukan penataan dan pelatihan seperti ini.
” kami targetkan tidak untuk mencetak berapa banyak pelatih dan juga tidak mengukur jauh panjangnya tapi yang kita lakukan adalah step by step, langkah demi langkah yang kita lakukan. Yang pasti setiap langkah kita terukur dan kita lihat hari ini antusias setiap peserta pengkot,” tambah Ghoz yang juga Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari PKS.
