Pihak Ragunan juga menyoroti dugaan bahwa keberadaan satwa dijadikan bahan candaan atau konten media sosial. Indikasi tersebut muncul karena sejumlah orang yang berada di lokasi tetap merekam peristiwa tanpa menunjukkan kepanikan berarti saat insiden terjadi.
Pengelola menegaskan bahwa area kandang satwa telah dilengkapi pagar pengaman serta papan peringatan untuk menjaga keselamatan pengunjung dan satwa. Ke depan, Ragunan akan melakukan evaluasi serta memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (bam)
