Dia mengatakan, dalam proses pemotongan hingga penyaluran daging kurban dilakukan secara higienis dan memperhatikan aspek lingkungan. Daging kurban dikemas menggunakan bongsang, sedangkan limbahnya seperti darah dan jeroan langsung dikubur, mencegah pencemaran lingkungan.
Dalam perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Pemkot Jakarta Selatan menyiapkan sebanyak 2.500 paket daging kurban yang segera dibagikan kepada mustahik, PJLP, serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
“Terkait daging, jika ada terindikasi negatif, maka akan kami periksa dulu guna memastikan dagingnya sehat dan bisa cepat dibagikan. Jangan sampai niat baik kita berkurban, justru kita berikan daging yang tidak sehat bisa berdampak pada penyakit bagi keluarga mereka,” katanya.
Anwar berharap, tata cara pemotongan hewan kurban yang diterapkan di Kantor Walikota Jakarta Selatan dapat terus dijalankan dan menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan limbah agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.
“Kalau kita larang total, saya kira ini adalah tradisi ya, susah. Artinya, kebiasaan baik ini kita bungkus dengan hal yang baik juga, kebiasaan yang lebih baik lagi, bagaimana meningkatkan kualitas pemotongannya, baik daging maupun pengelolaan limbahnya,” terangnya.
