Dalam kegiatan tersebut ditanam berbagai jenis pohon produktif dan konservasi seperti balsa, alpukat, dan durian. Jenis tanaman tersebut dipilih karena memiliki manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. ”Kegiatan ini mendapat dukungan Kelompok Tani Hutan Semesta Toga yang diwakili sejumlah anggotanya, di antaranya Penyuluh Pertanian Lapangan Amos, Kang Juna, Pak Rudi, dan Bu Win,” kata Indra.
Indra menuturkan pohon memiliki fungsi strategis dalam memperbaiki kualitas lingkungan, terutama di wilayah yang mengalami perubahan tutupan lahan cukup signifikan. Selain membantu menyerap karbon dan menghasilkan oksigen, vegetasi juga berfungsi menjaga kelembapan tanah dan mengurangi dampak cuaca ekstrem.
“Selain mengurangi risiko kekeringan dan banjir, kegiatan ini juga bertujuan memperbaiki kualitas udara serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat,” kata Indra.
Fenomena peningkatan suhu udara dan berkurangnya ruang terbuka hijau menjadi perhatian berbagai pihak di sejumlah wilayah penyangga Jakarta. Berbagai penelitian menunjukkan keberadaan pepohonan mampu menurunkan suhu permukaan, meningkatkan kualitas udara, dan memperkuat ketahanan lingkungan terhadap dampak perubahan iklim. Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sendiri mengangkat semangat aksi iklim dan perlindungan ekosistem melalui tema global “Inspired by Nature, For Climate, For Our Future” serta kampanye #NowForClimate. Pemerintah Indonesia juga mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim” guna mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
