Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, keterampilan ini dapat menjadi peluang usaha yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Menurut dia, kolaborasi dengan komunitas dan lembaga lokal seperti Bank Sampah Sejahtera menjadi langkah penting dalam menciptakan program yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Sementara, Tri Sugiarti, pegiat lingkungan sekaligus fasilitator pelatihan, menyampaikan apresiasinya kepada Alfamidi yang telah menghadirkan program pemberdayaan lingkungan bagi komunitas bank sampah.
“Masih banyak pengelola bank sampah belum mendapat pengetahuan mengenai cara mengolah sampah agar memiliki nilai tambah. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru sekaligus keterampilan yang bisa diterapkan langsung,” kata Tri.
Dia berharap, pelatihan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas para kader bank sampah. Menurutnya, keterampilan mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat tidak hanya berdampak pada lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
