Kantor berita Iran, Tasnim bahkan mengingatkan publik untuk tidak menelan mentah-mentah klaim Gedung Putih. Tasnim mencatat, dalam dua bulan terakhir saja, Trump sudah 38 kali sesumbar bahwa kesepakatan damai sudah di depan mata.
Di tengah ketidakpastian tersebut, pasar keuangan global merespons positif pernyataan Trump. Bursa saham menguat, sementara harga minyak dunia turun lebih dari tiga persen karena pelaku pasar melihat peluang meredanya konflik yang selama ini mengguncang kawasan Timur Tengah.
Pengumuman damai ini muncul hanya sehari setelah Trump mengancam akan menggempur Iran dengan sangat keras dan merebut fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg.
Sebelum pembatalan serangan diumumkan, situasi di kawasan Teluk bahkan sempat memanas setelah Kuwait melaporkan wilayahnya terkena imbas serangan Iran yang merusak radar bandara setempat. (far)
