IPOL.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan Radar Cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Fasilitas mutakhir ini berfungsi untuk mendeteksi kondisi awan hujan, intensitas curah hujan, pergerakan sistem cuaca, serta potensi pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu cuaca ekstrem secara cepat dan real-time.
Kehadiran radar ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sistem pengamatan atmosfer dan layanan peringatan dini kebencanaan di Indonesia.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa kehadiran infrastruktur ini menjadi jawaban atas kebutuhan vital masyarakat di bagian selatan Pulau Jawa.
Lokasi penempatan di Cilacap dipilih karena wilayah pesisir ini berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan memiliki aktivitas ekonomi yang sangat padat, mulai dari sektor kelautan, perikanan, transportasi, hingga industri.
“Radar cuaca S-Band Cilacap menjadi bagian penting dalam meningkatkan layanan informasi cuaca dan peringatan dini. Pesisir selatan Jawa memiliki peran strategis bagi aktivitas kelautan, perikanan, transportasi, industri, hingga kesiapsiagaan bencana. Semuanya membutuhkan dukungan data cuaca yang cepat dan andal,” kata Faisal di Cilacap, melansir Selasa (28/7).
