Secara nasional, BMKG terus berupaya memperkuat jaringan observasi atmosfer di seluruh wilayah Indonesia. Dari total kebutuhan sebanyak 75 radar cuaca untuk mencakup seluruh ruang udara nusantara, saat ini BMKG telah mengoperasikan 45 unit radar dan berkomitmen menambah jumlahnya secara bertahap dari tahun ke tahun.
Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari proyek nasional Marine Meteorological System Phase II (MMS-2) yang fokus pada penguatan sistem observasi meteorologi maritim di wilayah-wilayah strategis. Melalui proyek MMS-2 ini, BMKG membangun lima radar cuaca baru yang tersebar di Indonesia, meliputi empat Radar Cuaca S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta peremajaan satu Radar Cuaca C-Band di Tangerang untuk mengoptimalkan cakupan wilayah Jabodetabek.
Plt. Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG, Hartanto, menambahkan bahwa secara teknis, data real-time yang diproduksi oleh Radar Cuaca S-Band ini akan menjadi pilar utama dalam mendukung layanan prakiraan cuaca jangka pendek (nowcasting). Sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar, di mana nelayan dan pelaku pelayaran dapat memperoleh data kondisi cuaca yang presisi sebelum melaut.
