“Di sisi lain, pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan dapat memanfaatkan data ini untuk deteksi dini banjir, hujan lebat, dan angin kencang,” tambahnya.
Adapun seluruh proses pembangunan Radar Cuaca S-Band Cilacap telah melewati tahapan ketat yang terencana, mulai dari survei lokasi, penyusunan desain teknis, pembangunan fisik, instalasi perangkat, hingga integrasi sistem dan pengujian operasional. BMKG memastikan seluruh proses tersebut memenuhi standar teknis internasional, mengutamakan aspek keselamatan, serta selaras dengan kebutuhan operasional pengamatan cuaca nasional.
Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BMKG atas penempatan prioritas infrastruktur strategis ini. Kehadiran radar ini merupakan wujud nyata komitmen dan sinergisitas antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ketahanan wilayah serta melindungi masyarakat dari ancaman cuaca ekstrem.
Sebagai kabupaten terluas di Jawa Tengah, Cilacap memiliki karakteristik geografis yang sangat kompleks dan beragam. Wilayah ini mencakup kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia di bagian selatan, area perkotaan, pusat industri, pelabuhan, sektor pertanian sebagai lumbung beras Jawa Tengah, hingga wilayah perbukitan di bagian barat.
