Ia menambahkan, peserta yang lolos CBT akan mengikuti tahap wawancara yang mencakup kemampuan hafalan Al Quran, qiraatul kutub, wawasan keislaman, dan wawasan kebangsaan. Hasil akhir seleksi merupakan akumulasi nilai CBT sebesar 60 persen dan wawancara sebesar 40 persen.
Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kustiawan (salah satu penyelenggara CBT online) menyampaikan bahwa pihaknya bersama Konsorsium Pusat Bahasa PTKI telah menyiapkan sistem pelaksanaan CBT secara optimal agar proses seleksi berjalan lancar dan akuntabel.
“Seluruh peserta mengikuti ujian berbasis komputer dengan mekanisme pengawasan yang telah ditetapkan panitia. Kami berupaya memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.
Kustiawan menjelaskan bahwa CBT tahun ini dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan perangkat komputer yang telah dilengkapi aplikasi Safe Exam Browser (SEB), sementara pengawasan dilakukan melalui aplikasi konferensi video. Skema tersebut memungkinkan peserta dari berbagai wilayah mengikuti seleksi secara efektif tanpa mengurangi aspek keamanan dan integritas ujian.
