Sistem informasi cerdas ini nantinya akan menyokong berbagai sektor strategis nasional, mulai dari mitigasi bencana, ketahanan pangan, transportasi, energi, sumber daya air, lingkungan hidup, pariwisata, hingga infrastruktur.
Mengingat dampak cuaca dan bencana bersifat lintas sektor, BMKG bersama kementerian/lembaga terkait tengah menyusun Prosedur Operasional Standar (SOP) bersama, membentuk tim lintas instansi, serta membangun dashboard pemantauan terpadu berbasis data waktu nyata (real-time).
Selain itu, demi memastikan informasi sampai ke tangan masyarakat di zona berpotensi terdampak, BMKG menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital beserta operator telekomunikasi untuk menyebarkan peringatan dini melalui layanan pesan singkat massal (SMS Blast).
Implementasi operasional IBF ini akan menerapkan prinsip “mulai kecil, uji, evaluasi, lalu perluas”. Sebagai langkah awal, kawasan Jabodetabek-Punjur dipilih sebagai wilayah percontohan sebelum sistem ini diadopsi secara masif di seluruh wilayah Indonesia.

