IPOL.ID – Prancis mencatat sekitar 1.000 kematian tambahan selama gelombang panas yang memecahkan rekor pekan lalu, kata otoritas kesehatan pada Minggu 28 Juni 2026.
Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa Eropa adalah benua yang paling cepat memanas di dunia dan menyerukan tindakan yang lebih kuat untuk melindungi populasi yang rentan.
Badan Kesehatan Masyarakat Prancis mengatakan angka kematian melonjak tajam selama puncak gelombang panas, dengan lebih dari 1.200 kematian tercatat pada hari Rabu dan lebih dari 1.400 kematian pada masing-masing dua hari berikutnya, dibandingkan dengan rata-rata harian biasa 900 hingga 1.000 kematian sebelum suhu ekstrem.
Badan tersebut memperkirakan bahwa setidaknya 1.000 kematian tambahan terjadi selama periode tiga hari tersebut, dan memperingatkan bahwa angka tersebut kemungkinan akan meningkat seiring tersedianya lebih banyak data, terutama dari kematian di rumah. Sekitar 85% dari korban berusia 65 tahun atau lebih.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan lebih dari 1.300 kematian tambahan yang terkait dengan panas ekstrem telah tercatat di seluruh Eropa sejak 21 Juni.

