Menteri PKP RI Maruarar Sirait mengatakan bahwa realisasi penyaluran KPP BRI yang menjadi terbesar secara nasional menunjukkan besarnya peran BRI dalam mendukung program pembiayaan perumahan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor perumahan.
“BRI telah menambah kuota yang tadinya Rp8 triliun tahun ini menjadi Rp12 triliun. Kenapa? Karena Rp8 triliun sudah terserap semua. Sekarang sudah Rp9,2 triliun. Bahkan sejak April atau awal Mei 2026, BRI sudah melampaui plafon awal Rp8 triliun. Jadi terima kasih, kinerjanya BRI luar biasa,” ujar Maruarar.
Sejalan dengan tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat, BRI juga terus memperluas sosialisasi program KPP di berbagai daerah sepanjang 2026. Sosialisasi tersebut antara lain dilakukan di Sorong, Papua Barat Daya dengan realisasi 610 debitur senilai Rp258,9 miliar, Tangerang, Banten sebanyak 255 debitur senilai Rp202,4 miliar, Majalengka, Jawa Barat sebanyak 499 debitur senilai Rp151,98 miliar, serta Pontianak, Kalimantan Barat sebanyak 130 debitur dengan nilai Rp59,23 miliar.
