Pada perempat final, Kamis (4/6), Mika mengatasi kompatriotnya, Muchammad Azka Azzam Al-Arsyad (17), 6-4, 2-6, 6-1. Kemenangan rubber set ini pun memperlebar selisih head to head keduanya, Mika kini unggul 2-0. Pada pertemuan pertama mereka setahun lalu di turnamen yang sama, Mika menang dua set langsung, 7-5, 6-0.
“Jujur saja aku kesulitan tadi. Set pertama sudah leading 3-0 dan tersusul jadi 3-3. Dia awalnya gebuk-gebuk dan banyak mati sendiri. Habis itu, dia mulai slice, memainkan tempo. Aku sempat enggak sabaran. Sebelum akhirnya 6-4. ” ujar Mika.
Pada set kedua, Mika mengakui dirinya sempat lengah. Pukulan-pukulan pendeknya terlalu mudah buat dipotong. Game serve and volly-nya dipatahkan. Azka yang alami keram kaki pun melepaskan pukulan spekulatif yang sulit dikembalikan.
“Set terakhir, aku unggul fisik. Aku coba bikin poin-poin kecilnya lama. Bikin dia lari-lari sampai kecapekan,” ujar Mika, penggemar petenis Novak Djokovic.
Partai semi final tunggal putra lain memastikan tuan rumah mendapat satu tempat di partai final.
